Mengembalikan Kejayaan Industri Furniture Jepara

Sabtu, September 14th 2019.
Mengembalikan Kejayaan industri Furniture Jepara

Mengembalikan Kejayaan industri Furniture Jepara

Jepara – Hingga kini, industri mebel dan kerajinan kayu Jepara masih menghadapi masalah yang sama setelah sejak beberapa tahun lalu langkanya bahan baku menghantui sentra industri mebel terbesar ini.

Dalam situs Komda Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Jepara, tertulis Jepara bagi negara asing merupakan satu – satunya kawasan mebel terbesar di dunia. Kawasan mebel yang terbentuk secara alamiah, dari tradisi, kultur dan sejarah panjang. Ketika daerah lain seperti Solo, Semarang, atau Malaysia beramai – ramai membentuk kawasan mebel, Jepara sudah menjadi kawasan mebel.

Bahkan Jepara selalu jadi obyek kajian dan studi banding. Sayangnya, sementara masyarakat mebel Jepara terlambat mengantisipasi daerah serta negara lain muncul sebagai kompetitor. Ketika produk mebel Indonesia dan Jepara – lebih khusus – mengalami penurunan daya saing, ramai – ramai, kita teriak ” bahan baku kita mulai kurang , SDM kita lemah, birokrasi dan pungutan kita tidak mendukung, dan tingkat suku bunga bank masih jauh tinggi dibanding negara lain”.

Itu keluhan yang dituliskan tahun 2005 dalam situs Komda Jepara. Sekarang keluhan itu masih nyata. Tidak ada yang berbeda.

Kendala pasokan bahan baku membuat volume produksi mebel ukir dari kota kelahiran RA Kartini itu merosot drastis.

Menurut Bupati Jepara Hendro Martoyo industri mebel dan kerajinan kayu di dearahnya setiap hari membutuhkan sekitar 600 – 800 m3 kayu sebagai bahan baku.

Berdasarkan data Departemen Perindustrian (Depperin), volume produksi mabel ukir Jepara turun dari sebanyak 3 juta set pada tahun 2005 menjadi 2,7 juta set di tahun 2006.

Bupati juga mengatakan selain mengalami kendala pasokan bahan baku, industri furniture dan kerajinan kayu Jepara juga menghadapi persoalan rendahnya kualitas dan daya saing produk mereka di pasar internasional. Hal itu terjadi karena selama ini desain produk furniture Jepara pada umumnya masih tergantung pada pesanan para buyer serta teknologi yang dipergunakan masih bersifat tradisional.

Menteri Perindustrian (Menperin), Fahmi Idris dalam kunjungan kerjanya ke sentra kerajinan kayu Mulyoharjo, Jepara, Jawa Tengah, baru-baru ini mengatakan pertumbuhan industri furniture dan kerajinan kayu di Indonesia saat ini memang masih minus sekitar 3 persen. Hal itu disebabkan persoalan maraknya praktik pembalakan hutan secara ilegal yang membuat industri furniture jepara dan kerajinan kayu mengalami kendala pasokan bahan baku serta mendapat citra negatif untuk menguasai pangsa pasar internasional.

Terminal Kayu

Mengatasi berbagai persoalan itu, Menperin menegaskan pemerintah akan segera merealisasikan pembangunan terminal kayu terpadu di sejumlah daerah yang merupakan sentra industri furniture dan kerajinan kayu di Indonesia termasuk di Jawa Tengah.

“Di Jawa Tengah ada beberapa alternatif lokasi terminal bahan baku kayu yang telah disiapkan oleh Pemprov setempat yakni di lahan Perum Perhutani Gambilangu dan kawasan ekonomi khusus di Kendal, Brumbung di Semarang serta lahan Pelindo di Pelabuhan Tanjung Mas,” kata Fahmi.

Menurut Fahmi, pembangunan terminal kayu itu bertujuan untuk memberikan kepastian dan kemudahan memperoleh bahan baku dengan harga kayu yang terjangkau dan kayunya legal, meningkatkan efisiensi penggunaan kayu serta mengurangi biaya produksi.

“Dalam pembangunan terminal kayu ini Pemprov Jateng bertugas menyediakan lahan sedangkan Depperin sendiri akan mesin dan peralatannya,” kata Fahmi.

Ketua Umum Asmindo, Ambar Tjahyono optimistis pembangunan terminal kayu di Jawa Tengah dapat direalisasikan pada tahun depan.

“Gubernur Jawa Tengah sudah siapkan dana sekitar Rp 30 miliar. Namun saya meminta pihak swasta juga harus berpartisipasi. Saya harapkan tahun depan sudah bisa terwujud,” kata Ambar.

Mengomentari pertumbuhan industri furniture dan kerajinan kayu Jepara yang terkendala pasokan bahan baku kayu dan rendahnya kualitas, Ambar meminta kepada pihak pemerintah daerah setempat agar mengubah pola pikir para pengerajin yang selama ini sangat tergantung kepada bahan baku kayu jati. Menurutnya, saat ini pasar internasional sudah tidak mempersoalkan jenis bahan baku asalkan produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang tahan lama serta disain yang bagus.

“Kalau kita lihat kualitas yang dihasilkan pengerajin di Jepara saat ini sangat memprihatinkan,” kata Ambar.

Penyebabnya industri tidak dilengkapi dengan pengering kayu karena tanpa pengering kayu kualitas yang dihasilkan akan jelek. Karenanya, Pemda diminta tanggap dengan menyediakan pengering kayu di sentra-sentra funiture jepara dan kerajinan ukir.

“Para pengrajin di Jepara dulu menganggap semua yang mereka bikin gampang dijual, padahal sekarang tidak bisa. Pasar saat ini butuh kualitas. Mereka harus berjuang untuk memperbaiki diri dan Asmindo siap bantu bagaimana membuat kayu-kayu yang murah bisa dijual mahal, sumber Furniture Jepara

Produk terbaru

Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeML - 019
Nama BarangSet Tempat Tidur Mewah Dubai Abudhabi
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeML - 018
Nama BarangTempat Tidur Terbaru Desain Gaya Eropa Jok Kulit Italia
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp 7.000.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeML - 017
Nama BarangJual Gazebo Minimalis Ukuran 2 x 2 Meter
Harga Rp 7.000.000
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeML - 016
Nama BarangKamar Set Ukir Mewah Jati Jepara
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeML - 015
Nama BarangMeja Diskusi Rapat Juga Bisa Buat Meja Makan
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp 2.500.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeML - 014
Nama BarangMeja Kantor Minimalis Untuk Staf, Karyawan, Sekertaris Murah Kayu Jati
Harga Rp 2.500.000
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeML - 013
Nama BarangMeja Kantor DPR Minimalis Jati Jepara
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeML - 12
Nama BarangMeja Kantor Ukir Jati Jepara
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail

Hubungi Kami

081225768111
081225768111
Hello@mebellegends.com

Rekening Bank

Musbikhin 2471730795
Musbikhin 0268113180

Cari Produk Anda Disini